Langsung ke konten utama

Statistika-Nurunnisa Aulia

FREKUENSI PENGUKURAN TERHADAP VIDEO DARI INSTAGRAM
Oleh : Nurunnisa Aulia
Jurnal Statistika & Probabilitas
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jln. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : 1506044@sttgarut.ac.id

ABSTRAK-Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisisan data, serta penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan. Salah satu ilmu yang mendasari dalam mempelajari statistika adalah peluang atau probabilitas. Di dalam penyajian data statistik ada yang disebut dengan distribusi frekuensi, distribusi frekuensi adalah suatu susunan data dimulai dari data terkecil sampai data terbesar dan membaginya ke dalam beberapa kelas.
Dalam hal ini, akan dipaparkan mengenai contoh kasus dalam penghitungan Video. Data Video tersebut dilakukan dengan langsung mendownload Videonya dan menghitung durasi video pada setiap 1 menit.
Kata Kunci – Vidio, 1 Menit.
I.                   PENDAHULUAN
Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Video juga bisa dikatakan sebagai gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu.
Saking populernya Instagram sebagai sebuah media sosial, banyak orang yang tak tahu arti sebenarnya dari pemakaian kata tersebut. Disusun dari dua kata, yaitu “Insta” dan “Gram”. Arti dari kata pertama diambil dari istilah “Instan” atau serba cepat/mudah. Namun dalam sejarah penggunaan kamera foto, istilah “Instan” merupakan sebutan lain dari kamera Polaroid. Yaitu jenis kamera yang bisa langsung mencetak foto beberapa saat setelah membidik objek. Sedangkan kata “Gram” diambil dari “Telegram” yang maknanya dikaitkan sebagai media pengirim informasi yang sangat cepat.
Dari penggunaan dua kata tersebut, kita jadi semakin memahami arti dan fungsi sebenarnya dari Instagram. Yaitu sebagai media untuk membuat foto dan mengirimkannya dalam waktu yang sangat cepat. Tujuan tersebut sangat dimungkinkan oleh teknologi internet yang menjadi basis aktivitas dari media sosial ini.
II.                TINJAUAN PUSTAKA
Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data serta serta penarikan kesimpulan berdasarkan sifat-sifat data. Dalam statistika dikenal dengan adanya populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti, sedangkan sampel adalah sebagian dari objek yang akan diteliti dan diharapkan memberikan gambaran tentang sifat dari keseluruhan objek/populasi.
Dalam jurnal ini akan dijelaskan tentang data yang disajikan dengan distribusi frekuensi, ukuran pemusatan data dan letak data.
Distribusi frekuensi adalah suatu susunan data dimulai dari data terkecil sampai data terbesar dan membaginya ke dalam beberapa kelas, dalam data nilai ini, data akan diubah kedalam tabel ditribusi frekuensi dan juga akan dihitung pusat data serta letak data.
Sebuah distribusi frekuensi akan memiliki bagian-bagian yang akan dipakai dalam membuat sebuah daftar distribusi frekuensi. Bagian-bagian tersebut yaitu Kelas-kelas (class), Batas kelas (class limits), Tepi kelas , Titik tengah kelas, Interval , Panjang interval kelas, Frekuensi kelas
III.       KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
1. Pengumpulan Data
            Pengumpulan data dilaksanakan dalam beberapa waktu. Pengumpulan data dilakukan dengan mendownload dan dilihat jumlah durasinya.
2. Merekap Data
Setelah data video terkumpul, kemudian data tersebut direkap.
3. Pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi
4. Penghitungan Ukuran durasi film animasi.

IV.       HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Menyajikan data dalam tabel Distribusi Frekuensi
Diketahui 50 data durasi vidio hasil download dari Instagram sebagai berikut :
Tabel 4.1:Durasi Video 1 Menit
     20,3
     20,2
     20,3
     22,2
     22,1
     22,1
     21,6
     20,2
     20,3
     20,3
     20,5
     21,4
     21,6
     21,6
     22,1
     22,0
     20,2
     21,6
     20,6
     21,5
     20,4
     20,3
     20,3
     21,1
     21,6
     22,2
     20,1
     20,5
     20,5
     21,2
     20,1
     20,3
     20,1
     22,2
     21,6
     20,6
     20,6
     20,2
     21,0
     20,3
     20,4
     20,1
     22,0
     22,1
     22,2
     20,5
     20,3
     21,6
     20,1
     21,0

Data tersebut diperoleh dari hasil perhitungan perepisode durasi film tersebut, kemudian setiap ukuran ditulis dalam kertas, dengan memproleh sebanyak 50 data, pada tabel diatas nilai minimum 20,1, nilai maksimum 22,2, yang paling sering muncul adalah

  • Nilai minimal = 20,1
  • Nilai maksimal = 22,2
  • Range = 22,21-20,06=2,15 = 2,2
  • Kelas : 2k50, k=6, 7, dst. dipilih k=6
  • Interval = 22,6 / 6 = 0,4

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi
Rekap Data Dalam Tabel
Tepi Bawah
Tepi Atas
Turus
Frekuensi
20,1
20,5
IIIII IIIII IIIII IIIII IIII
24
20,4
21
III
3
20,8
21
III
3
21,1
21
III
3
21,5
22
IIIII II
7
21,9
22,2
IIIII IIIII
10

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Relatif
Rekap Distribusi Frekuensi Relatif
Tepi Bawah
Tepi Atas
Frekuensi
Frekuensi Relatif
20,1
20,5
24
48%
20,4
21
3
6%
20,8
21
3
6%
21,1
21
3
6%
21,5
22
7
14%
21,9
22,2
10
20%
50
100%

Frekuensi relatif = frekuensi/50

Tabel 4.4 Distribusi Kumulatif Kurang Dari
Kurang Dari
Frekuensi Kumulatif
< 20
0
< 20
24
< 20
27
< 21
30
< 21
33
< 21
40
< 22,2
50

Tabel 4.5 Distribusi Kumulatif Lebih Dari
Lebih Dari
Frekuensi Komulatif
> 20
50
> 20
26
> 20
23
> 21
20
> 21
17
> 21
10
> 22,2
0

Tabel 5. Histogram Frekuensi
Histogram Frekuensi
Tepi Bawah
Tepi Atas
Batas Bawah
Batas atas
Frekuensi
20,1
20,5
20,6
20
24
20,4
21
20,9
20,5
3
20,8
21
21,3
20,5
3
21,1
21
21,6
20,5
3
21,5
22
22
21,5
7
21,9
22,2
22,4
21,7
10

                                             Gambar 4.1. Grafik Histogram Frekuensi
Tabel 6. Nilai Tengah
Nilai tengah = (tepi bawah + tepi atas)/2
Poligon Frekuensi
Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah
Frekuensi


0,4
0
20,1
20,5
20,3
24
20,4
21
20,7
3
20,8
21
20,9
3
21,1
21
21,05
3
21,5
22
21,75
7
21,9
22,2
22,05
10


32,05
0

Gambar 4.2. Grafik Poligon Frekuensi
Tabel 7. Ogif Kurang dari
Kurang Dari
Frekuensi Kumulatif
< 20
0
< 20
24
< 20
27
< 21
30
< 21
33
< 21
40
< 22,2
50



Gambar 4.3. Grafik Ogif Kurang dari


Tabel 8. Ogif Lebih dari
Lebih Dari
Frekuensi Komulatif
> 20
50
> 20
26
> 20
23
> 21
20
> 21
17
> 21
10
> 22,2
0


Gambar 4.4. Grafik Ogif Lebih dari
 




V.        KESIMPULAN

Berdasarkan data yang sudah di kumpulkan, serta dari hasil analisis dan pengembangan terhadap data film animasi yang diolah dengan distribusi frekuensi, maka dibuktikan bahwa penyajian data akan lebih mudah dan keakuratannya menjadi lebih baik. Teteapi jika ada kesalahan pada awal dalam memasukan data maka akan sulit untuk memperbaiki data yang berikutnya karena harus di rubah satu persatu.
.

DAFTAR PUSTAKA


Komentar